Kamis, 22 November 2012

Fungsi dan Manfaat Kabel Ground Mobil Anda

Fungsi dan Manfaat Kabel Ground Mobil ini sudah banyak yang dipertanyakan. Beberapa pemilik mobil terutama yang belum paham dunia elektronika akan bingung dengan aplikasi kabel Ground tersebut. Sebenarnya hal ini sudah saya ulas secara singkat dan jelas pada artikel Grounding Kabel Mobil dan Upgrade Custom Ground Mobil. Tetapi untuk memperjelas akan saya uraikan kembali secara khusus kali ini.
Sebagaimana anda ketahui mobil secara umum menggunakan baterai Aki 12 volt sebagai sumber dayanya. Dan body/pelat chassis kendaraan akan dihubungkan dengan terminal negatif atau minus baterai/aki tersebut atau dikenal dengan sebutan negatif body/chassis. Dalam beberapa kasus (kecil/sagat minim) ada kendaraan yang menggunakan standar positip body. Jadi periksalah dahulu sambungan kabel negatif ground anda sesuai pemeriksaan fisik di ruang mesin dari jalur aki.Sekilas anda akan melihat baik pada kendaraan lansiran Jepang, Eropa, Amerika dll akan menggunakan kabel negatif Ground kecil di dekat area aki dan biasanya disambungkan/koneksi di bagian pelat body atau chassis rangka kendaraan. Rata-rata memang ukuran kabel yang digunakan agak kecil dan tidak terbungkus dengan baik di bagian konektor yang harus di sambungkan dengan baut ke bagian sasis/body. Keadaan ini lambat laun akan mengakibatkan korosi dan oksidasi yang menghambat serabut kabel di bagian ujung konektor. Belum lagi kondisi kotor atau kontaminasi dari ruang mesin akibat terjadinya rembesan/tetesan oli, cairan kimia pendingin, minyak tanah, carb cleaner, deterjen dan lain-lain akan mengakibatkan makin cepatnya proses oksidasi tersebut. OKSIDASI bagian kabel Ground dapat dilihat dengan mata telanjang, biasanya tembaga (Copper) akan berubah warna (diselaputi) menjadi warna hijau, biru atau hitam. Lama kelamaan apabila dibiarkan akan merusak lapisan tembaga dan menjadi seperti berkarat istilahnya bagian tembaga akan termakan dan manjadi rusak. Juga merusak koneksi antara tembaga ke skun terminal konektor ground dan pada akhirnya menghambat (terjadi resistansi tinggi) hubungan kontak permukaan dengan body/sasis mobil. 
Gejala dampak yang umumnya terasa pada jeleknya kualitas koneksi kabel ground antara lain : 
  1. Stater yang agak susah.seharusnya begitu kontak 1-2 dan di start dlm < 0,5 detik kunci kontak harus sudah dilepas dan mesin seharusnya langsung hidup langsung. bukan dipanteng kontaknya selama 1 detik sampai bunyi stater cekekek-cekekek 2-3 kali baru hidup. Yang sehat langsung hidup begitu bunyi cekek dinamo stater.
  2. Beban kelistrikan seperti lampu-lampu (lampu depan/head lamp) akan meredup, sinar kurang terang, terjadi lonjakan arus karena jeleknya ground dan bisa berakibat terbakarnya kabel lampu.Kondisi bila parah bisa diamati bila lampu dihidupkan semua dan pada saat di test di malam hari, saat mesin di gas/ rpm mesin dinaikkan dari stasioner 800 rpm menjadi misalkan 2500 rpm maka terlihat sinar cahaya lampu depan makin terang juga mengikuti irama putaran RPM mesin. Ini sudah sakit berarti jalur kabel dan groundnya.
  3. Amati bagian panel speedometer, biasanya lampu indikator juga akan redup dan ikut terang bila putaran mesin naik seperti kasus no 2 lampu head lamp. Atau saat lampu depan (low beam) dinyalakan dan kemudian dilakukan penekanan tuas lampu besar (Dim/High beam) maka terlihat kedipan indikator lampu di panel speedometer juga. Ini seharusnya tidak boleh terjadi.
  4. Sensor-sensor vital seperti knock sensor, Engine Coolant Temperature, distributor, cdi pengapian, koil, Vehicle speed sensor, PNP switch, RPM sensor dan lain-lain akan menjadi salah dalam memberikan input signal (resistansinya bertambah biasanya) sehingga mengakibatkan makin tingginya signal voltase yang terbaca oleh otak komputrer ECU. 
  5. Pengisian aki oleh Alternator juga akan kurang sempurna berakibat makin cepatnya aki tekor.
  6. Kontaminasi gelombang elektromagnetik ke bagian audio mobil, sehingga sering terdengar suara mengganggu mengikuti rpm putran mesin. Suara nging.... kalau audio dinyalakan dan volume dibuka serta gas ditekan. Ini distorsi yang bisa berasal dari bagian alternator/dinamo maupun sektor pengapian.
  7. Waktu yang berlalu dan panasnya bagian mesin akan merusak selubung jaket pelindung kabel, membuat insulation kabel menjadi getas, keras, melar maupun rusak.Itulah beberapa contoh terbesar kejadian akibat masalah kabel ground yang tidak sempurna.
Kesalahan-kesalahan tersebut di atas mengakibatkan Kesalahan komputer ECU dalam membaca signal yang seharusnya, misalkan temperatur pada suhu 40o Celcius seharusnya terbaca oleh ECU sebesar 3 volt tetapi salah terbaca 2,5 volt. Hal ini berdampak ECU akan mengeluarkan perintah yang salah untuk memberikan sinyal ke Injector modul seberapa banyak bensin/BBM yang harus disemprotkan, tenggang waktunya, dan karena integrasi ECU terhadap komponen pendukung lainnya, maka kesalahan makin melebar dengan kesalahan ECU dalam mendeteksi kapan harus menyalakan extra fan radiator, salah membaca suhu mesin, dan salah dalam memberikan posisi timing pengapian dstnya.Mungkin banyak orang yang berpikiran bahwa kendaraan miliknya kan dari baru dibeli, dipelihara dan sudah diperhitungkan ukuran kabel ground yang sudah terpasang di mobil oleh pihak ATPM mobilnya. Jawabannya "Betul", tetapi kondisi tersebut adalah bila diasumsikan kondisi tetap sama seperti baru, tidak ada penyimpangan dalam pemakaian, tidak ada penambahan accessories yang membutuhkan arus besar. Dalam arti kata semuanya kondisinya "as is" sesuai asli. Tetapi dalam praktek kan tidak ada kondisi ideal seperti disebutkan itu. Kondisi cuaca operasi kendaraan di daerah selalu dingin, atau panas, atau hujan akan mempengaruhi kecepatan aus/oksidasi dari kabel ground tersebut berikut koneksi sensor-sensor yang ada.

Dalam praktek, kasus terbanyak adalah penambahan pemasangan audio/power, penambahan lampu-lampu utama/kabut/fog lamp, dan asesoris lainnya yang memakan arus cukup besar. Apabila beban asesoris yang dipasang selalu membutuhkan hubungan sasis untuk hubungan negatif ground maka beban kabel ground body standard tidak akan mencukupi dalam mensupplai arus tersebut. kabel ground standard dibuat dengan perhitungan standar juga. Bukan untuk upgrade arus besar. Saya sendiri melihat banyak kasus terutama pemasangan Audio mobil, power amp terutama yang menggunakan kabel sesuai untuk bagian positip dengan mengambil arus dari baterai Aki langsung disertai pengaman sikring. Tetapi hubungan ground semuanya bertumpu di dekat power mengambil baut sasis terdekat. Nah .. disini anda paham tidak kejanggalan yang terjadi?
Kabel (+) plus diambil langsung dari depan aki, kabel (-) minus numpang ke bodi. Ini kan terjadi ketimpangan bukan. Tidak adil istilahnya, juga tidak pair match.

untuk informasi dan pemesanan kontak nomor :
085710503558 (whatsapp/sms)

thanks



Gambar 1. Pelat tembaga sebagai header di pasang di negatif Accu

Gambar 2. Kabel yang kami gunakan : NYAF 10mm dari Supreme



Volt Stabilizer untuk mobil atau motor


Rangkaian Volt Stabilizer bekerja sebagai peredam noise voltage, dimana setiap besaran kelompok capacitor meredam noise yang berbeda-beda. Itu sebabnya digunakan beberapa kelompok capacitor dengan besaran yang berbeda-beda. Semakin kecil nilai Capacitance nya, maka semakin tinggi frequency yang akan diredam dari sistem kelistrikan yang terpasang Voltage Stabilizer ini.

Noise voltage itu munc
ul dari Alternator/generator/magneto dan Sistem pengapian (CDI, dsb), ini yang perlu diperbaiki agar kualitas listriknya menjadi baik.

Voltage Stabilizer berbeda fungsi dengan Capacitor Bank yang biasa digunakan untuk Sistem Audio Mobil, Capacitor Bank berfungsi untuk memperdekat sumber tegangan (accu) supaya tidak drop saat terjadi kejutan daya yang besar secara tiba-tiba dari sound system. (akibat kabel telat menyalurkan daya dari accu).

Bermanfaat untuk :
- Menyetabilkan arus listrik di Mobil/motor.
- Memperlama usia pakai Aki.
- Tarikan mesin jadi lebih enteng.
- Bensin jadi lebih irit karena pembakaran lebih sempurna.
- Menghilangkan storing audio.
- Ketika malam hari, lampu - lampu jadi makin terang dan stabil.
- sensor-sensor mesin dan ECU jadi makin awet karena slalu dapet pasokan listrik yang stabil gak naik turun.
- AC jadi lebih dingin.
- Kipas-kipas mesin jadi makin kenceng jalannya.
- Starter lebih mudah.

Cara pasang :
sambungkan skun kabel Merah ke Pole "+" pada aki.
sambungkan skun Hitam ke Pole "-" pada aki.

Nyalakan mesin dan rasakan perbedaannya...!!!!


cp :
xl : 087854391045 (call / sms)
indosat : 085710503558 (whatsapp / sms / call)



harga : IDR 300.000


Cara pasang My VS Volt Stabilizer pada Mobil
  1. Atur dan perkirakan posisi VS pada Accu di sisi jauh dari Engine
  2. Sesudah yakin posisinya, bersihkan permukaan aki yang akan di tempel VS menggunakan Lap/majun.
  3. Lepaskan sticker cover “double tape” pada VS, lalu tempelkan dan rekatkan VS pada Accu hingga posisinya fix.
  4. Pasang Skun kabel warna hitam VS di terminal negative ( - ) Accu, dan skun kabel merah pada terminal Positif Accu ( + ). Kencangkan sambungan skun ke Accu dan pastikan tidak goyang/oblak.
  5. Pasang sekring 10 A pada rumah sekring, kemudian tutup kembali rumah sekring.
  6. VS siap menemani kendaraan anda.
foto foto bisa di lihat di bawah ini

Gambar.1 Kondisi VS sebelum masuk box
( solid kapasitor yang berwarna putih aluminium, biasa di pasang di perangkat komputer)


Gambar.2 Kondisi VS setelah masuk dalam box dan siap pasang di kendaraan anda

Peletakan grounding kabel

Kabel Grounding Mobil amat sangat dibutuhkan demi melancarkan tugas arus dan tegangan balik dari kutub positip baterei. Semakin besar ukuran kabel akan memberikan dampak makin kecilnya resistansi kawat penghantar bahan konduktor serabut tembaga di dalamnya. Kecilnya resistansi kawat tembaga akan berdampak positip dalam transfer arus dan tegangan yang optimal keseluruh rangkaian kelistrikan pada mobil. Selain itu kualitas koneksi pada skun/terminal akhir ground akan memegang peranan penting dalam hubungan Ground tersebut. Semakin flat/rata permukaan kontak dan bersih dari kotoran akan menjamin kesempurnaan hubungan titik kontak terminal ke bagian bodi/parts di mobil serta resistansi kontak mendekati 0 adalah yang terbaik atau dengan kata lain kontak terjalin sempurna tanpa hambatan.

Upgrade Ground Mobil dapat dilakukan pada setiap mobil pada umumnya yang telah memiliki masa usia pakai di atas 3 tahun, terlebih lagi pada kendaraan/mobil yang berasal dari negara Eropa - Amerika yang diperlengkapi banyak sensor elektrik. Hal ini mendorong kebutuhan akan koneksi terminal masa/ground yang mumpuni dalam sirkulasi arus listrik DC 12 volt maupun 5 volt yang digunakan dalam rangkaian ECU kendaraan. Kedepannya jenis-jenis sensor yang diterapkan/aplikasikan pada unit kendaraan akan makin sensitif dan canggih seiring perubahan jaman. Hal ini menuntut aplikasi kabel yang baik dalam jaringan kelistrikan mobil. Resistansi kontak terminal baik masa maupun soket-soket juga menjadi biang utama errornya pembacaan sinyal oleh ECU. Kontak pada terminal soket juga mengalami penumpukan deposit kotoran karena akumulasi debu, oli, sisa cairan pembersih dan minimnya perawatan oleh pemilik kendaraan. Sebagian besar orang akan menyangka bahwa hubungan kontak yang telah dilapisi dengan rumah plastik tertutup rapat akan aman sepanjang masa. Padahal itu pemikiran yang salah dan terjadi kebalikan pada dunia nyata. Umumnya mobil-mobil versi Eropa dan Amerika dirancang untuk iklim ekstrim pada cuaca dingin yang mendominasi rancang bangun mobil sejak awal. Contohnya sekat pelindung terminal kontak pada mobil Volvo, BMW, Mercedes dapat lumer dan hancur dipengaruhi iklim Indonesia yang panas. Ditambah oksidasi udara dapat menyebabkan timbunan deposit karbon dan partikel debu menjadikan terminal berwarna kebiruan atau kehijauan. Hal ini merugikan bagi kita dan menimbulkan hambatan dalam kontak antar kabel bahkan terjadi hubungan pendek atau disebut Short Circuit secara tidak langsung dikarenakan timbunan deposit akan menjadi media penghantar sirkuit terminal konektor yang rapat dan seharusnya terisolasi antar terminal kontak. Itulah beberapa kendala yang terjadi secara umum dikarenakan faktor usia kendaraan dan minimnya perawatan pada kontak soket terminal kelistrikan mobil. Belum lagi apabila akan melakukan pembersihan soket-soket maka pemilik kendaraan diharuskan melepaskan hubungan aki terlebih dahulu. Ini untuk mencegah terjadinya hubungan singkat/korslet dan errornya ECU dalam membaca sinyal masukan yang terjadi pada kontak di soket tersebut karena terlepas. Sesekali melepas hubungan kepala aki juga bagus untuk me-reset ECU kembali ke keadaan normal/standardnya. Yang harus anda perhatikan juga adalah mobil import biasanya memiliki suhu kerja air pendingin radiator lebih tinggi dari mobil lansiran Jepang. Umunya mobil Eropa/US memiliki suhu kerja Thermostat air pada 90 - 92 derajat celcius dibandingkan mobil Jepang yang diberi suhu kerja thermostat di 87o Celcius.

Upgrade Ground Kabel Mobil dilakukan guna memperoleh hubungan kontak yang terbaik pada beberapa bagian terpenting kendaraan seperti :


  1. BODY / Chassis kendaraan : untuk menyempurnakan seluruh koneksi masa kelistrikan ECU dan lampu-lampu utama (head lamp).
  2. ALTERNATOR : untuk menstabilkan pengisian aki hasil pengubahan arus AC menjadi DC melalui Regulator.
  3. BLOK MESIN / Silinder Head : agar sinyal dari sensor ECT (Engine Cooling Temperature), Knock Sensor, dll terbaca akurat oleh ECU.
  4. FIREWALL : biasanya untuk menyempurnakan hubungan audio sistem, Climate Control, RPM sensor, distributor pengapian yang dipasang dekat firewall.
  5. INTAKE MANIFOLD : agar Signal dari TPS (Throttle Position Sensor), IAC (Idle Air Control) dan MAP sensor terbaca akurat oleh ECU.
  6. FUEL RAIL : semua hubungan Fuel Injector, fuel pressure regulator (FPR) maupun solenoid terkait
  7. AUTOMATIC TRANSMISSION (A/T, GEAR BOX) - agar kumparan solenoid matic dapat bekerja halus dan akurat di dalam body valve.
  8. DINAMO STATER : untuk mempermudah start terutama saat dingin di pagi hari
  9. ABS (Automatic Brake System)


Penambahan kabel ground ini minimum dapat dirangkum atau dipersingkat hanya menjadi 3 titik (bagian) terpenting, yaitu :

Hubungan kutub negatip (-) Aki ke Body, Body ke Silinder Head, Silinder Head ke Alternator.

Ini adalah alternatif minimal yang dapat diaplikasikan tanpa mengurangi esensi ground di atas.

Apabila ruang dan biaya tidak menjadi masalah, maka biasanya pemasangan Custom ground cable dapat dilakukan sebanyak 5 titik (atau lebih hingga 7-9 titik), yaitu :


Aki => Body
Body => Cylinder Head 
Cylinder Head => Alternator
Alternator => Intake Manifold/throttle Body
Intake => Fuel Rail (manual) atau Intake to Body Valve (matic)

Banyaknya Grounding memang tidak ada batasan, semakin banyak memang semakin baik dalam mengantisipasi resistansi kontak. Hal ini juga dengan melihat kemampuan biaya yang disanggupi pemilik (biasanya pemilik beranggapan remeh kenapa harus memasang tambahan kabel ground banyak) dan segi estetika karena berseliwerannya kabel ground.
Kombinasi hubungan titik ground dapat divariasi sepanjang masih masuk akal sehat dalam hubungan koneksi elektrikal.

Kenapa kami sebut Upgrade Ground kabel mobil ? Karena setiap mobil memiliki karakteristik penempatan komponen yang tidak sama, jenis kendaraan Front Wheel dan Rear Wheel memiliki struktur penempatan mesin yang saling berbeda. Hal ini menuntut diukurnya panjang kabel yanbg harus dipasang agar tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Secara logika  dapat dipahami bahwa hubungan kabel ground  yang terpendek dan tersingkat adalah yang terbaik. Tetapi demi estetika dan benturan komponen dalam ruang mesin, biasanya dilakukan sedikit tekukan dan instalasi kabel ground yang luwes sehingga tidak berkesan kaku atau semrawut demi keinginan jalur terpendek tadi. Sebagai contoh kita tidak mungkin dapat melewatkan kabel di dekat exhaust manifold karena kabel akan meleleh terkena panas exhaust  (pipa atau pelindung exhaust luar) yang bisa mencapai di atas 140o Celcius.


untuk informasi dan pemesanan kontak nomor:
085710503558 (whatsapp/sms)

thanks

Kabel ground mobil anda ( earth wire )


Kabel ground mobil earth wire

Semua kendaraan memiliki body Negatif Ground. Hal ini memungkinkan instalasi keseluruhan elektrikal melalui masa (negatif/ground) ke sasis (body/plat) kendaraan anda. Banyak orang menganggap remeh hal ini. Menganggap bahwa kabel ground sudah cukup dari bawaan standar pabrikan. Tidak memerlukan perawatan karena secara logika terpikir bahwa hal tersebut sudah dirancang sempurna oleh suplier. Benar, tidak salah memang, tetapiii...... karena kendaraan digunakan baik di cuaca negara yang memiliki musin dingin maupun iklim tropis yang panas sangat mempengaruhi daya tahan kabel dan terminal dari grounding kabel tersebut. Korosi dan oksidasi cuaca sangat mempengaruhi kondisi kabel ground serta terminal yang ada pada kendaraan anda. Sering anda juga melihat bahwa kabel anda sudah berubah warna menjadi agak hijau, biru maupun kehitaman karena korosi dan oksidasi.

Secara standar semua pabrikan sudah merancang ukuran kabel ground sesuai pemakaian standard yang diperlukan kendaraan/mobil tersebut saat di buat/dirancang untuk produksi massal, baik jenis kabel maupun ukuran diameter kabel. Dengan berlalunya waktu dan cara perawatan kendaraan anda, termasuk kondisi dan situasi lingkungan tempat tinggal atau rute yang anda tempuh, ikut mempengaruhi kualitas kabel-kabel ground tersebut.

Terutama bila anda sebagai pemilik malas merawat/mencuci kendaraan setelah melewati kondisi jalanan yang becek, berlumpur, berdebu dan lingkungan korosif di daerah laut atau pertambangan. Jangankan melirik/melongok kabel ground, kabel aki atau kepala aki saja jarang ditengok. Belum lagi air radiator/reservoir yang jarang di cek isi nya. "Malas" dan masa bodoh adalah musuh yang sudah ada dalam diri tiap manusia.

Mobil-mobil jepang berbeda dengan kendaraan asal Eropa pada masa-masa 1970 an sampai dengan tahun 2005 an. Kebanyak perbedaan itu ada pada sensor-sensor yang sudah lama di adopsi pada kendaraan versi Eropa/Amerika yang lebih ketat dibanding negara Asia lainnya. Contohnya Evap dan EGR, dimana semua uap bensin harus dialirkan/dibakar melalui intake ke ruang bakar, tidak memperbolehkan uap beracun BBM di buang ke udara. Polutan menjadi dasar pemikiran orang barat sejak tahun akhir dekade 1960 an. Hal ini untuk membuat kondisi kota maupun negara tersebut menjadi ramah lingkungan. Isu pencemaran lingkungan sudah menjadi habit dan pola pemikiran para pakar/desainer kendaraan negara Barat seperti Amerika, Jerman, Inggris dan Swedia. Oleh karena itu mereka lebih maju beberapa langkah dibandingkan di Indonesia maupun negara Asia pada umumnya. Sejak tahun 2005 ke atas saya juga sudah melihat secara perlahan mulai diterapkannya teknologi sensor dan efisiensi engine pada kendaraan produksi Jepang/Asia yang di pasarkan di Indonesia. Ketatnya regulasi negara Barat membuat para produsen mobil Asia harus benar-benar mendesain polutan yang dihasilkan kendaraan secara maksimal sesuai regulasi negara importir yang akan dipasarkan di sana. Contoh jelasnya teliti/perhatikan konstruksi mesin Carry lama dengan Luxio/APV terakhir. Pasti berbeda jauh dengan adanya aplikasi tambahan Evap yang lebih environment friendly. Polutan  yang timbul harus diproses kembali ke mesin.

Poin utama yang harus di perhatikan baik--baik adalah, kendaraan rancangan negara Barat yang notabene memiliki musim dingin akan berbeda dengan kondisi di Asia, terutama Indonesia yang memiliki iklim Tropis. Beberapa parts maupun sistim mesin seharusnya menurut saya harus dilakukan sedikit rubahan atau penyesuaian. Misalnya untuk Transmisi otomatik yang harus ditambahkan pendingin Oil Cooler agar kinerjanya makin mantap dan memperpanjang usia gearbox transmisi anda. Panasnya iklim tropis ditambah hawa panas mesin dibalik kap mesin dan sikon jalanan yang macet parah makin mempercepat peningkatan panas dalam ruang mesin, alhasil makin memperpendek usia pakai komponen kendaraan tersebut. Misal selang2 Hose vakum akan makin cepat menjadi getas dan keras karena panas berlebihan. Belum lagi kabel2 dan soket terminal juga makin getas dikarenakannya. Kali ini saya akan membahas mengenai kabel ground saja khususnya.
Kendaraan versi luar negri makin membutuhkan perhatian pada kabel-kabel ground dan sensor-sensor mesin pada khususnya. Apalagi setelah produksi tahun 1997 yang sudah menerapkan teknologi scanner OBD 2 pada prosuksinya. Semakin canggih dengan OBD2 akan menerapkan banyak sensor2 elektrikal di kendaraan tersebut. Juga makin memperingan kerja maintenance dengan adanya scanner yang mampu membaca fault/kesalahan sistim mesin kendaraan tersebut berdasarkan standard error code yang sudah dibuat. Dengan berubahnya resistansi kabel dikarenakan faktor oksidasi dan usia dapat meningkatkan tahanan kabel, atau bahasa umumnya bisa menghambat arus dan tegangan kerja kabel. Contohnya bila kabel di aliri tegangan 12 volt maka harusnya pada saat diukur di ujung kabel juga harus 12 volt tepat tidak kurang maupun lebih. Tetapi karena faktor kualitas kabel (tebal diameter kabel serta bahan konduktor kabel) dan panjang kabel mempengaruhi transfer aliran arus yang dibutuhkan oleh beban, maka biasanya terjadi penurunan tegangan relatif kecil/sedikit dan bisa diabaikan. Misalnya terjadi penurunan hanya 100 milivolt atau 0,1 volt maka bisa dianggap normal. Coba hitung 0,1 volt terhadap 12 volt maka sudah terjadi penyimpangan (turun) sebesar 0,833 %.

Ingat bahwa sensor elektrikal mobil biasanya menerapkan tegangan kerja sebesar 5 volt, misalnya ECU, MAF (Mass Air Flow) dan TPS (Throttle Position Sensor). kehilangan 0,1 dalam tegangan 5 volt akan berdampak berbeda, hal ini sudah menurunkan tegangan kerja sebesar 2% ( 0,1 : 5). Paham maksudnya kan para pembaca?

Kalau parah maka error penurunan tegangan bisa di atas 1 volt. Hal ini makin parah dan bisa membuat kendaraan ngadat/mengalami error dalam menghitung output kerja komponen elektronik lainnya. Itu belumn termasuk instalasi kabel lampu utama (low and High beam) yang paling membutuhkan daya besar saat malam hari selain injector bensin (Fuel Injector). Redupnya lampu depan dan berkedipnya lampu panel dashboard saat menyalakan switch lampu jauh/Dim bisa memberi gambaran buruknya kinerja kabel ground dan kabel2 lainnya. Coba perhatikan hal tersebut khususnya bila anda memiliki kendaraan berusia di atas 5 tahun atau kendaraan di bawah tahun 2000 biasanya akan merasakan dampak tersebut. Kendaraan tugas berat atau High Performance juga membutuhkan kabel ground yang baik. Sebagai contoh anda memelihara mobil Mitsubishi Evo 9 yang sudah diubah mesinnya secara total menjadi High Performance Car dengan penerapan Turbo yang besar, Header custom, cam dan piston racing, fuel pump debit tinggi, injector high performance hingga di atas 500 cc/menit, piggyback dll akan mengharuskan penambahn kapasitas kabel yang besar juga. Karena Arus yang diperlukan juga makin besar. Sebagai contoh mobil versi standard dengan injector 200 cc/menit bisa memiliki resistansi di atas 14 s/d 17 ohm dan membutuhkn daya arus hanya 0,7 ampere saja per buah, sedangkan injector high performance bisa mengalirkan bensin hingga di atas 500 cc/menit guna mengail tenaga di atas 800 hp, resistansi Fuel Injector High performance ini bisa mencapai 1-3 ohm per buah dan membutuhkan daya arus sekitar 6 ampere per buah. Jadi kalau ada 4 injector dikali 6 Ampere = 24 Amper  keperluan arus kontinu untuk injector saja. Misal mobil 6 silinder x 0,7 Amp = 4,2 Ampere saja. kebutuhannya. Lihat perbedaan signifikan kebutuhan Arus tersebut dari standard injector ke kapasitas  injector besar High Perf. Jadi penggantian suatu parts harus di sesuaikan pada parts yang lain juga sehingga setiap ubahan/modifikasi akan selaras serta menghasilkan output yang sesuai, tidak terhambat di salah satu bagian intinya. Mungkin timbul pertanyaan, misalnya : Apakah mobil standard saya Volvo S90 yang tidak dilakukan perubahan apapun tetapi buatan tahun 1997 juga membutuhkan penambahan kabel ground ini ?

Jawabannya YA, karena usia dan sensitifitas sensor2 mobil Volvo asli Swedia yang membutuhkan ground yang banyak dan mumpuni guna mensuplai seluruh jaringan komponen elektriknya dan akan terasa bedanya setelah aplikasi kabel ground tambahan tersebut. 
Solusi paling mudah dalam mengantispiasi penurunan kabel ground ini hanya dengan menambahkan kabel ground high performance yang sudah teruji layak selama 5 tahun lebih oleh kami. Kabel yang ground yang baik harus dapat menyalurkan arus (I) di atas 100 ampere, tahan panas, tidak mudah rusak karena instalasi/lekukan saat instalasi, bahan kawat tembaga murni bukan campuran besi, kualitas terminal ground dari tembaga asli bukan alumunium/besi dan memiliki ketebalan di atas 2 mm.

Kenapa dibutuhkan persyaratan tersebut?
  1. Kualitas bahan selubung jaket kabel memegang peranan penting ketahanan kabel dari panas dan tekukan saat instalasi. Ingat panas udara di sektor mesin saat siang dan jalanan macet bisa mencapai di atas 65 derajat celcius. Diharapkan usia pakai kabel bisa mencapai di atas 20 tahun dan tidak mudah retak/getas.
  2. Kualitas bahan serabut tembaga harus murni tidak dibuat dari campuran besi yang mudah teroksidasi dan berkarat dimakan usia dan cuaca ekstrim.
  3. Usahakan menggunakan kualitas kabel ground yang baik dan memiliki level resistansi di bawah (kurang) dari 1 ohm per km panjang kabel atau kurang dari 0,001 ohm per meter kabel. Kabel jelek yang memiliki resistansi 0,1 ohm per meter dengan kabel bagus 0,001 ohm/M berbeda sangat drastis.
  4. Kabel yang memiliki spek resistansi tinggi per meter akan lebih cepat panas dibandingkan sebaliknya.
  5. Kualitas konektor ground harus dari bahan tembaga murni juga (bisa dari bahan tembaga di lapis coating nickel) dan memiliki ketebalan yang cukup paling tidak di atas 2 mm karena memegang peranan saat instalasi menggunakan baut 10,12 atau 14 biasanya. Ketebalan konektor ground penting karena permukaan atas akan menerima beban tekanan dan putaran baut yang kuat.




Hal ini bisa menimbulkan luka/goresan dalam yang membuat konektor menjadi melengkung karena tekanan dan putaran baut. Lengkungan sangat buruk dalam hal koneksi karena permukaan yang rata dan terhimpit sempurna menjadi syarat mutlak menghantar koneksi aliran arus besar. Selain itu kekuatan pengencangan baut masa/ground sangat penting agar tekanan dari terminal ke body kendaraan sangat ketat dan terkoneksi dengan sempurna sehingga kualitas koneksi bisa 100%. Selain itu juga mencegah masuknya air dan kotoran di sela-sela antara terminal dan body/sasis yang mengakibatkan cepat terhambatnya aliran arus atau dengan kata lain resistansi/tahanan di terminal makin tinggi. Resistansi 0 adalah yang terbaik sehingga tidak ada hambatan apa pun.
Bila sudah melakukan upgrade penambahan Grounding kabel mobil yang simple dan mudah ini, saya yakin anda akan merasakan perbedaan signifikan atas performance mesin dari sisi stater pagi yang mudah, pembakaran lebih sempurna, keiritan bahan bakar, respon mesin yang halus, pengisian aki dari alternator yang lancar , stasioner  idle yang lebih mulus dan nyala lampu yang jelas lebih terang. Itulah beberapa kegunaan positif dari implikasi penambahan grounding kabel tanpa merubah kabel yang sudah ada.

Apakah pernah terpikir oleh anda apabila setiap mobil harus memakai kabel ground direct/langsung di setiap instalasi elektrik nya tersambung langsung ke kutub negatif aki (bukan ke bodi/sasis mobil), berapa banyak dan tebal jalinan kabel yang ada dibalik kap mesin mobil anda? Berapa biaya produksi dan keruwetan yang ditimbulkannya?


untuk informasi dan pemesanan kontak nomor:
085710503558 (whatsapp/sms)

thanks